
Dalung, 19 Juni 2025. Suasana semangat dan solidaritas kembali terasa dalam pelaksanaan Jumpa Bakti Gembira (JUMBARA) Palang Merah Remaja (PMR) Kabupaten Badung ke-6. Salah satu momen yang paling menarik perhatian hari ini adalah lomba Pertolongan Pertama (PP), yang menjadi ajang utama dalam menguji kemampuan teknis serta kepedulian para peserta.
Dalam perlombaan ini, peserta dari berbagai kontingen diberikan simulasi kasus kedaruratan, seperti luka robek, patah tulang, hingga penanganan korban tidak sadar. Salah satu kasus yang disimulasikan adalah luka ringan dengan pendarahan terbuka pada tungkai kanan bawah. Dengan cekatan dan penuh konsentrasi, para anggota PMR berupaya memberikan pertolongan yang tepat, mulai dari penilaian situasi hingga tindakan medis dasar yang sesuai dengan standar prosedur pertolongan pertama.
Menurut Jihan Thahirah Mujahidah, peserta dari kontingen SMA Jembatan Budaya, pentingnya pertolongan pertama sangat besar, terutama dalam kondisi darurat di lapangan. “Bagiku pertolongan pertama penting banget ya, apalagi kalau di lapangan kita ngandelin ambulance datang, maka penting pertolongan pertama untuk mengurangi cacat,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Kegiatan ini tidak hanya menguji ketepatan teknis dan kerjasama tim, namun juga membentuk karakter tangguh dan empati para remaja dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan mereka. PMI Kabupaten Badung menegaskan bahwa lomba ini merupakan bagian penting dari pembinaan anggota PMR agar mereka tidak hanya cakap secara teori, namun juga siap turun langsung sebagai relawan muda yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam pelayanan kemanusiaan.
Melalui momen seperti ini, nilai-nilai kepalangmerahan terus ditanamkan, seperti kemanusiaan, kesukarelaan, dan profesionalitas, yang semuanya terwujud dalam setiap tindakan yang dilakukan oleh para peserta.Jika kamu ingin versi ini disesuaikan untuk publikasi di media sosial, buletin sekolah, atau laporan kegiatan resmi, aku bisa bantu sunting lebih lanjut.
kampung bet














