Badung, 31 Januari 2025 – Latihan Dasar (Latdas) Palang Merah Remaja (PMR) Wira SMA Jembatan Budaya Angkatan VII resmi dibuka pada Jumat, 31 Januari 2025. Kegiatan ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, di mana jumlah peserta bertambah dari 9 menjadi 18 orang. Latdas berlangsung hingga Minggu siang, dengan peserta menginap di sekolah untuk mendapatkan pembekalan materi kepalangmerahan yang komprehensif.
Selama tiga hari, peserta akan mengikuti tujuh materi utama PMR, yaitu Pertolongan Pertama, Kesiapsiagaan Bencana, Kesehatan Remaja, Sanitasi dan Kesehatan, Kepalangmerahan, Donor Darah, serta Kepemimpinan. Pelatihan ini dipandu oleh personel PMI Kabupaten Badung yang telah terlatih serta didampingi oleh Pembina PMR, Ms. Yanthi dan Mr. Arven.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMAS Jembatan Budaya, Mr. Adi, dengan dihadiri oleh Kepala Markas PMI Kabupaten Badung, A.A. Noviarta, SE. Dalam sambutannya, Mr. Adi menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini, “Ekstrakurikuler PMR ini salah satu kegiatan terpenting dan sangat bermanfaat di lingkungan sekolah kita. Selain bisa memberi pengaruh positif untuk sebayanya, juga sangat berdedikasi dalam melaksanakan kegiatan sosial kemanusiaan di sekolah, bahkan eksis berkegiatan di luar sekolah membantu PMI serta berkolaborasi dengan penggiat kemanusiaan lainnya.”

Latdas ini juga mendapat dukungan penuh dari para fasilitator berpengalaman, seperti Kak Sassu, Kak Sugiantara, Kak Trisna, Kak Chesa, Kak Dita, serta kakak-kakak KSR lainnya. Selain itu, kehadiran belasan anggota Satuan Tugas (Satgas) PMR PMI Badung dan KSR PMI Unit Poltekkes Kemenkes Denpasar yang turut meramaikan kegiatan meskipun hadir secara pribadi, semakin menambah semarak dan semangat kebersamaan.
Tak hanya berfokus pada materi kepalangmerahan, Latdas ini juga bertujuan untuk memperkuat kerja sama tim, keberanian dalam berpendapat, kesetiakawanan, kepedulian, serta semangat saling tolong-menolong.
Dengan semangat dan antusiasme yang tinggi, diharapkan peserta Latdas PMR Wira SMA Jembatan Budaya Angkatan VII dapat menjadi relawan muda yang siap berkontribusi bagi masyarakat serta terus mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

















