
Badung, Bali – 17 Desember 2024 – Materi Bantuan Hidup Dasar (BHD) menjadi salah satu fokus penting dalam rangkaian Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatdas) KSR-PMI Unit STIKES Bina Usada Bali. Kegiatan ini dilaksanakan di Markas PMI Kabupaten Badung dengan diikuti oleh 36 peserta. Materi disampaikan oleh tim pelatih Pertolongan Pertama PMI yang berpengalaman di bidangnya.
Bantuan Hidup Dasar merupakan keterampilan krusial yang harus dimiliki oleh setiap relawan KSR, terutama dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat. Materi pelatihan yang diberikan meliputi tiga aspek utama:
1. Teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP)
2. Penanganan Sumbatan Jalan Napas
3. Penggunaan Alat Kejut Jantung (AED - Automated External Defibrillator)
Dalam sesi pelatihan, peserta diajarkan langkah-langkah melakukan RJP pada korban yang mengalami henti jantung mendadak. Pelatih menjelaskan pentingnya teknik ini dalam menjaga aliran darah dan oksigen ke otak serta organ vital.
Selain itu, peserta juga mempraktikkan cara mengatasi sumbatan jalan napas, seperti teknik Heimlich maneuver pada korban dewasa maupun anak-anak. Teknik ini menjadi keterampilan dasar yang sangat berguna dalam situasi darurat saat korban mengalami tersedak.
Materi berikutnya adalah penggunaan AED, sebuah alat kejut jantung yang berfungsi mengembalikan irama jantung yang tidak normal. Peserta diberikan penjelasan mendalam tentang cara penggunaan AED serta praktik langsung dengan simulasi yang disediakan oleh tim pelatih PMI.
Antusiasme dan Simulasi Praktik
Kegiatan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari para peserta. Dalam sesi praktik, setiap peserta diberi kesempatan untuk melakukan simulasi RJP, penanganan sumbatan jalan napas, dan penggunaan AED di bawah pengawasan ketat tim pelatih.
Tim pelatih Pertolongan Pertama PMI berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan peserta dalam menghadapi situasi darurat yang memerlukan pertolongan cepat dan tepat.
Dengan adanya materi ini, peserta Diklatdas KSR-PMI Unit STIKES Bina Usada Bali diharapkan siap menjadi relawan yang terampil dan sigap dalam memberikan pertolongan di tengah masyarakat.
Pelatihan ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian kegiatan Diklatdas yang berlangsung dari 16 hingga 22 Desember 2024.














