Dalung, 19 Juni 2025 — Terik sore tak menyurutkan semangat ratusan peserta JUMBARA VI Kabupaten Badung. Pukul lima sore, lapangan utama dipenuhi sorak, tawa, dan semangat luar biasa. Hari itu memang telah dijadwalkan sebelumnya sebagai momen olahraga persahabatan, dan para peserta datang dengan antusias tinggi bukan untuk menang, tapi untuk bersenang-senang bersama.

Permainannya sederhana: tarik tambang. Namun yang membuat kegiatan ini terasa istimewa adalah bagaimana kelompok dibentuk. Alih-alih berdasarkan kontingen masing-masing, panitia mengajak peserta bermain “sangkar burung” terlebih dahulu, permainan interaktif untuk membentuk kelompok secara acak. Tujuannya? Agar peserta bisa berbaur, saling mengenal, dan menjalin pertemanan lintas regu.

Taktik ini berhasil. Tidak ada lagi batas antar kontingen, yang ada hanya kelompok-kelompok baru yang dipenuhi tawa dan dukungan. Di tengah lapangan, dua tim yang terdiri dari peserta berbagai sekolah saling berhadapan dengan semangat, bukan dengan tensi. Mereka tertawa saat jatuh, bersorak saat menang, dan tetap bersalaman setelah pertandingan usai.

Kegiatan ini suasananya sangat seru, ramai, dan penuh energi, beberapa panitia pun ikut terlibat. Akhirnya, pertandingan dilanjutkan secara spontan: peserta melawan panitia. Tidak ada hadiah, tidak ada tekanan, hanya adu tarik, adu tawa, dan adu semangat kebersamaan.

Tujuan utama dari olahraga persahabatan ini bukan sekadar bermain, melainkan membangun pasemetonan . Di antara tali tambang dan debu lapangan, para peserta menemukan kehangatan dari sebuah hubungan yang tumbuh karena kesamaan semangat, bukan sekadar asal sekolah.

Suasana sore itu begitu hidup. Semua yang hadir, peserta, pendamping, panitia, hingga pengunjung terlibat dalam atmosfer yang terasa ringan, terbuka, dan menyenangkan. Inilah wajah lain dari JUMBARA: bukan hanya lomba dan prestasi, tapi juga momen berharga untuk saling mengenal dan menyatu.

Karena di JUMBARA ini, kami memang saling bersaing. Tapi dalam tarikan tambang yang sederhana, kami belajar bahwa tawa, kebersamaan, dan persaudaraan jauh lebih kuat daripada siapa yang lebih unggul. Dan mungkin, itulah kemenangan yang sebenarnya. (MIK)

6 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan ke Katharina Batal balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here