“Simulasi Nyata, Aksi Nyata: Generasi Tanggap Darurat di Lomba Hiking PMI”

0
103

Badung, 19 Juni 2025 – Hari ketiga kembali diwarnai dengan aksi semangat dari peserta jumbara, kali ini para relawan muda menyalurkan ilmu dan semangatnya melalui lomba hiking. Pada lomba ini para peserta ditugaskan untuk mempresentasikan dan membagi pengetahuannya melalui pendidikan remaja sebaya.

Kegiatan ini dibagi menjadi enam pos. Uniknya, masing masing pos memiliki topik yang berbeda dan masing masing kontingen diharuskan untuk menyiapkan satu orang fasilitator yang bertugas untuk membagikan pengetahuannya sesuai dengan topik yang telah ditentukan panitia sebaik mungkin, kontingen PMR Wira SMA Negeri 2 Abiansemal juga kembali menunjukan sinarnya pada semua pos seperti:

AYO SIAGA BENCANA : MITIGASI KESIGAPAN BENCANA

Ditengah kehektic-an di lokasi perlombaan, para peserta hiking juga mengasah kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi bencana. Pada sesi ini, para peserta belajar tentang bencana alam seperti PMR Wira SMA Negeri 2 Abiansemal yang membawakan materi tentang gempa bumi, dengan mengandalkan peralatan sederhana fasilitator menjelaskan materinya dengan penuh semangat “Bencana bisa datang kapan saja, maka penting bagi para audiens untuk memahami materi yang kita bawakan” ujar Suputri yang merupakan salah satu fasilitator dari PMR Wira “DWISMAN”.

KEPALANGMERAHAN : NILAI NILAI KEMANUSIAAN YANG DITANAM TIAP LANGKAH

Pada pos kepalang merahan peserta diajak untuk mengenal lebih dalam prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah lebih dalam. Diselingi dengan kuis interaktif dan games yang menarik, kegiatan ini menggugah kesadaran bahwa menjadi relawan bukan hanya soal aksi tetapi juga tentang nilai dan cinta serta ketulusan yang dijunjung tinggi dalam setiap tindakan.

PERTOLONGAN PERTAMA : SIGAP dan TANGGAP MENYELAMATKAN NYAWA

Pada titik ini, kemampuan peserta dalam menolong korban kecelakaan diuji, uniknya kegiatan ini adalah para panitia yang membuat luka pada bagian tubuhnya dengan sangat realistis dengan cairan yang nampak seperti aliran darah segar yang menetes, kegiatan menjadi lebih menantang dikarenakan para penolong tidak diizinkan terkena darah selain pada sarung tangan yang dipersiapkan panitia.

Pos lain seperti “Remaja Sehat Peduli Sesama”, ” Pendidikan Remaja Sebaya” dan “Ayo Donor Darah” juga tak kalah menarik, seluruh peserta membagi ilmu yang diketahui melalui pendidikan remaja sebaya ini.

Media yang digunakan juga tak kalah menarik, para peserta yang telah ditunjuk menjadi fasilitator menyiapkan media dengan sangat baik untuk membantu mereka dalam menyiapkan materi. Meskipun dipersiapkan dengan penuh semangat membara untuk memperebutkan piala, kerennya tidak satupun peserta merasa mereka sedang bersaing. Para peserta justru menunjukkan rasa kekeluargaan, hal ini ditunjukkan dengan antusias para peserta saat mengunjungi tenda milik kontingen lainnya.

kampung bet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here