NAGEKEO, PMI BADUNG — Suara riang dan tawa anak-anak membahana di bawah tenda darurat SDK Wolorae, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (17/9) pagi. Di tengah keterbatasan dan bayang-bayang kekhawatiran akibat gempa bumi yang belum sepenuhnya mereda, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Badung hadir di garis depan untuk memberikan pendampingan langsung bagi masyarakat terdampak.

Sebagian besar siswa dan tenaga pendidik saat ini masih mengungsi secara mandiri di halaman rumah masing-masing. Rasa cemas dan takut akan gempa susulan membuat mereka belum berani beraktivitas penuh di dalam bangunan. Kendati demikian, semangat anak-anak untuk belajar serta kegigihan para guru mengajar di bawah tenda darurat menjadi dorongan kuat bagi tim kemanusiaan untuk terus mendampingi.
Menguatkan Penyintas Lewat Layanan PSS dan PromkesMerespons kondisi tersebut, PMI Kabupaten Badung menerjunkan perwakilannya yang memimpin langsung giat Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial (Psychosocial Support Service/PSS) serta Promosi Kesehatan (Promkes) di lokasi bencana. Sebanyak 117 penyintas—terdiri dari 101 siswa dan 16 guru—mengikuti rangkaian kegiatan interaktif yang dirancang untuk membangun keceriaan sekaligus meningkatkan pemahaman kebersihan diri di area penampungan darurat.
Di bawah koordinasi Relawan PMI Badung, I Ketut Sassu Budi Satwam selaku Koordinator Layanan PSS dan Promosi Kesehatan, tim memberikan materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui media permainan kolom edukatif, yang meliputi: Pencegahan Risiko Rabies: Pengetahuan awal mengenai bahaya dan penanganan Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR), Kesehatan Pencernaan: Langkah-langkah praktis mencegah penyebaran diare selama mengungsi, Sanitasi Dasar: Demonstrasi dan latihan cuci tangan 6 langkah secara benar.
Selain edukasi kesehatan, sesi PSS diisi dengan kegiatan bernyanyi dan permainan kelompok untuk membangkitkan rasa optimisme anak-anak. Tim juga merangkul para guru melalui diskusi psikoedukasi agar mampu memberikan pendampingan mental secara mandiri dan berkelanjutan bagi murid-muridnya.
Dedikasi PMI Badung dalam Sinergi Lintas DaerahAksi kemanusiaan di SDK Wolorae ini merupakan bentuk kolaborasi solid tim gabungan PMI dari berbagai daerah, seperti PMI Provinsi Bali, PMI Kota Jakarta Timur, PMI Kota Jakarta Selatan, PMI Kabupaten Lampung Selatan, serta relawan lokal PMI Kabupaten Nagekeo.I Ketut Sassu Budi Satwam menegaskan bahwa keterlibatan PMI Badung dalam misi ini tidak hanya memberikan pelayanan langsung, tetapi juga berfokus pada penguatan kapasitas (capacity building) bagi relawan lokal Nagekeo agar proses pendampingan dapat terus berjalan.
“Melihat anak-anak dan para guru yang tetap semangat belajar mengajar di bawah tenda, padahal sebagian besar dari mereka masih mengungsi di halaman rumah karena khawatir gempa susulan, menjadi momen yang sangat menginspirasi bagi kami,” ujar I Ketut Sassu Budi Satwam, Koordinator Layanan PSS dan Promosi Kesehatan. “Tugas kami di sini adalah hadir mendampingi, merawat optimisme mereka, dan memastikan para relawan lokal siap melanjutkan sosialisasi serta layanan PSS ini secara mandiri demi kemandirian masyarakat setempat.”
Melalui komitmen dan sinergi yang terus dibangun, PMI Kabupaten Badung memastikan bahwasanya solidaritas kemanusiaan akan selalu hadir mendampingi para penyintas di NTT untuk bangkit dan pulih bersama.






